MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PJOK
BAB 6 : ATLETIK
| Nama Sekolah | SMKN 1 Bantaeng |
|---|---|
| Nama Penyusun | FIRDAUS, S.Pd.,M.Pd |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK) |
| Kelas / Fase / Semester | X / E / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 9 Jam Pelajaran (3 Pertemuan @ 3 JP) |
| Tahun Pelajaran | 2024 / 2025 |
Peserta didik umumnya memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai cabang atletik dari kegiatan di sekolah dasar/menengah, atau melalui media massa (Olimpiade, PON). Mereka mungkin sudah familiar dengan konsep lari, lompat, dan lempar dalam konteks sehari-hari. Namun, pemahaman tentang teknik yang benar, peraturan spesifik, dan aspek biomekanika mungkin masih terbatas.
Minat terhadap atletik dapat bervariasi. Cabang lari jarak pendek mungkin lebih menarik karena sifatnya yang kompetitif dan langsung, sementara lompat jauh dan tolak peluru mungkin memerlukan pengenalan dan motivasi lebih. Pendekatan yang berfokus pada pengembangan kemampuan individu, pencapaian target personal, dan variasi latihan yang menarik dapat meningkatkan minat.
Peserta didik memiliki tingkat kebugaran fisik, koordinasi motorik, dan pengalaman olahraga yang beragam. Beberapa mungkin memiliki bakat alami dalam salah satu cabang atletik, sementara yang lain mungkin perlu berlatih lebih dalam mengembangkan dasar gerak. Perlu adanya diferensiasi dalam instruksi, latihan, dan ekspektasi capaian.
- Visual: Membutuhkan demonstrasi yang jelas dan lambat (slow motion) dari guru/video, diagram fase gerakan, rekaman atlet profesional untuk analisis teknik.
- Auditori: Membutuhkan penjelasan lisan yang detail tentang tahapan gerak, instruksi yang jelas saat latihan, atau diskusi tentang strategi untuk mencapai performa terbaik.
- Kinestetik: Membutuhkan praktik langsung yang berulang dengan penekanan pada feeling gerakan, latihan berbasis drills untuk setiap fase, dan simulasi pertandingan untuk mengaplikasikan teknik.
- Beberapa peserta didik mungkin memerlukan bimbingan ekstra dalam mengoordinasikan gerakan tubuh secara keseluruhan, sementara yang lain mungkin siap untuk mengoptimalkan detail teknik untuk mencapai performa maksimal.
Pengetahuan konseptual (peraturan dasar, fase-fase gerak, prinsip biomekanika sederhana), pengetahuan prosedural (melakukan teknik dasar lari jarak pendek, lompat jauh, dan tolak peluru dengan benar), dan pengetahuan metakognitif (menganalisis dan mengevaluasi performa diri, mengidentifikasi kesalahan teknik, serta merencanakan perbaikan). Kebugaran jasmani (kekuatan, kecepatan, daya tahan, kelincahan) juga merupakan aspek penting.
Atletik merupakan dasar dari banyak cabang olahraga lain dan aktivitas fisik sehari-hari (berlari untuk mengejar sesuatu, melompat untuk mengambil benda, melempar). Materi ini meningkatkan kebugaran jasmani secara keseluruhan, melatih disiplin diri, ketekunan, dan mendorong pencapaian pribadi. Selain itu, melatih kesadaran akan pentingnya postur dan gerakan yang benar untuk mencegah cedera.
Tingkat kesulitan beragam. Gerakan dasar seperti berlari mungkin mudah, tetapi menguasai teknik start, akselerasi, atau mencapai kecepatan maksimal dalam lari jarak pendek memerlukan koordinasi dan kekuatan. Demikian pula, lompat jauh dan tolak peluru memerlukan penguasaan fase-fase gerak yang kompleks dan sinergi antar bagian tubuh untuk mencapai jarak atau tolakan optimal. Memerlukan banyak latihan berulang dan koreksi.
Materi diawali dengan lari jarak pendek (start, akselerasi, finish), dilanjutkan dengan lompat jauh (awalan, tolakan, melayang, mendarat), dan diakhiri dengan tolak peluru (memegang peluru, sikap permulaan, menolak, gerak ikutan). Setiap cabang diajarkan secara bertahap, dengan fokus pada drills untuk setiap fase gerakan.
- Kemandirian Mendorong inisiatif untuk berlatih secara mandiri, mengembangkan keterampilan personal, dan bertanggung jawab atas performa diri.
- Penalaran Kritis Menganalisis gerakan diri sendiri dan teman, mengidentifikasi kesalahan teknis, dan merumuskan cara perbaikan.
- Disiplin Melatih disiplin dalam mengikuti instruksi, menjaga pola latihan, dan konsisten dalam mengulang gerakan.
- Sportivitas Menghargai usaha teman, menerima hasil pengukuran, dan mendukung sesama.
- Ketekunan Mendorong tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan dalam menguasai teknik yang sulit.
- Kemandirian: Peserta didik menunjukkan inisiatif dan ketekunan dalam menguasai teknik atletik, bertanggung jawab atas performa diri, dan mampu mengevaluasi serta merencanakan perbaikan.
- Kesehatan: Peserta didik menunjukkan perilaku hidup sehat dan memiliki pemahaman tentang manfaat latihan atletik untuk kebugaran fisik.
- Komunikasi: Peserta didik mampu memberikan umpan balik yang konstruktif tentang teknik kepada teman dan menerima masukan.
Pada akhir Fase E, peserta didik menerapkan dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik yang menantang dan menganalisis dampak penerapan konsep gerak pada capaian keterampilan gerak. Mereka juga mengembangkan dan menerapkan strategi gerak untuk kesuksesan capaian keterampilan gerak pada situasi gerak yang tidak asing dan menantang. Peserta didik memeragakan fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi dalam berbagai konteks gerak. Mereka menginvestigasi dampak partisipasi terhadap kebugaran dan kesehatan serta merancang strategi peningkatan manfaatnya.
| Elemen | Capaian Pembelajaran |
|---|---|
| Terampil Bergerak | Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembangkan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak. |
| Belajar melalui Gerak | Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi. |
| Bergaya Hidup Aktif | Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran di luar ruang dan/atau lingkungan alam, dan merancang strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan. |
| Memilih Hidup yang Menyehatkan | Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain. |
5. Lintas Disiplin Ilmu Yang Relevan
- Fisika: Prinsip gerak (kinematika, dinamika), gaya, energi, momentum, pusat gravitasi, lintasan proyektil (dalam tolak peluru dan lompat jauh).
- Matematika: Pengukuran jarak/waktu, analisis data performa, perhitungan rata-rata, grafik perkembangan.
- Biologi/Pendidikan Kesehatan: Anatomi dan fisiologi tubuh (otot, tulang, sistem pernapasan), pentingnya pemanasan dan pendinginan, nutrisi atlet, pencegahan dan penanganan cedera.
- Sejarah: Sejarah atletik (Olimpiade kuno dan modern), tokoh-tokoh atletik dunia.
6. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1: Lari Jarak Pendek (Sprint)
Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menganalisis dan menjelaskan fase-fase gerak lari jarak pendek (start jongkok, fase lari, finish) dengan benar.
- Mendemostrasikan teknik start jongkok dengan tahapan yang tepat.
- Mendemostrasikan fase akselerasi dan lari dengan mempertahankan postur dan koordinasi gerak yang baik.
- Menunjukkan sikap disiplin, kerja keras, dan sportivitas saat berlatih dan berkompetisi.
Pertemuan 2: Lompat Jauh
Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menganalisis dan menjelaskan fase-fase gerak lompat jauh (awalan, tolakan, melayang di udara, mendarat) dengan benar.
- Mendemostrasikan teknik awalan dan tolakan dalam lompat jauh dengan koordinasi yang baik.
- Mendemostrasikan gerakan melayang di udara (gaya jongkok/menggantung) dan pendaratan yang aman.
- Menganalisis dan mengevaluasi teknik lompat jauh diri sendiri dan teman untuk perbaikan.
Pertemuan 3: Tolak Peluru
Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menganalisis dan menjelaskan teknik dasar tolak peluru (cara memegang, sikap permulaan, gerakan menolak, gerak ikutan) dengan benar.
- Mendemostrasikan cara memegang peluru dan posisi awal yang tepat.
- Mendemostrasikan gerakan menolak peluru (gaya menyamping/ortodoks) dengan koordinasi dan kekuatan yang cukup.
- Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain saat berlatih tolak peluru.
7. Topik Pembelajaran Kontekstual
- Pemanasan Dinamis dan Peregangan Statis: Mengaitkan dengan persiapan otot dan sendi untuk aktivitas intensif, pentingnya pencegahan cedera.
- Latihan Kekuatan dan Daya Ledak: Mengaitkan dengan pentingnya otot yang kuat untuk akselerasi (lari), tolakan (lompat), dan dorongan (tolak peluru). Contoh: sprint pendek, plyometric jumps, medicine ball throws.
- Latihan Kelenturan: Mengaitkan dengan ruang gerak sendi yang optimal untuk performa dan pencegahan cedera.
- Analisis Gerak: Menonton video atlet profesional dan mengidentifikasi fase-fase gerak, atau merekam gerakan siswa sendiri untuk dianalisis.
- Pengukuran dan Pencatatan Hasil: Mengaitkan dengan pentingnya data untuk melihat progres dan menetapkan target.
- Peraturan Kompetisi: Diskusi tentang mengapa peraturan penting untuk menjaga keadilan dan keamanan dalam olahraga.
- Kisah Inspiratif Atlet: Mengaitkan dengan nilai ketekunan, disiplin, dan semangat juang dalam mencapai prestasi.
8. Kerangka Pembelajaran
- Model Pembelajaran: Skill-Based Approach (sesuai saran buku ajar hal. 202) untuk fokus pada penguasaan teknik gerak, dikombinasikan dengan Direct Instruction (untuk penjelasan konsep) dan Peer Teaching/Cooperative Learning (untuk latihan dan umpan balik antar teman).
- Strategi Pembelajaran:
- Mindful Learning: Pemanasan yang terfokus pada kesadaran tubuh, instruksi detail tentang setiap fase gerak ("rasakan transfer berat badanmu"), sesi refleksi setelah setiap drill atau percobaan, fokus pada koreksi micro-movement.
- Meaningful Learning: Mengaitkan setiap teknik dengan prinsip biomekanika sederhana, menunjukkan bagaimana teknik yang benar menghasilkan performa optimal, menggunakan contoh atlet nyata, dan menekankan manfaat fisik dari latihan atletik.
- Joyful Learning: Latihan berbasis drills yang bervariasi dan menantang, kompetisi mini (misalnya, sprint pendek antar kelompok, kompetisi lompat jauh/tolak peluru ringan), penggunaan musik saat pemanasan/pendinginan, dan menciptakan suasana yang mendukung keberanian mencoba.
- Metode Pembelajaran: Demonstrasi, latihan berulang (drills), sirkuit latihan, feedback langsung (dari guru dan teman), analisis video, kompetisi internal kelas.
- Lingkungan Sekolah: Guru Fisika (untuk menjelaskan prinsip gerak), Guru Biologi/Pendidikan Kesehatan (untuk menjelaskan anatomi/fisiologi tubuh, gizi, penanganan cedera), ekstrakurikuler atletik (jika ada) sebagai wadah pengembangan lebih lanjut.
- Lingkungan Luar Sekolah: Mengunjungi stadion atletik atau lapangan terbuka, menonton kompetisi atletik (live atau rekaman), wawancara dengan atlet lokal atau pelatih (jika memungkinkan).
- Masyarakat: Mengamati bagaimana olahraga lari/jalan sehat menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
- Ruang Fisik: Lapangan atletik (lintasan lari) yang memenuhi standar keamanan. Peralatan atletik: stopwatch, cone, bendera start. Ruangan untuk diskusi teori/analisis video.
- Ruang Virtual: Media Pembelajaran Aplikasi Android Sport Edunesia untuk berbagi materi (video tutorial teknik, peraturan), tugas analisis video, dan pengumpulan refleksi/pencatatan hasil. Konten dan Materi yang tersaji sesuai dengan tipe belajar siswa.
- Budaya Belajar: Lingkungan yang mendorong disiplin, ketekunan, dan self-improvement. Mendorong peserta didik untuk mengamati diri sendiri dan teman untuk perbaikan. Menekankan keselamatan dalam setiap latihan.
- Perpustakaan Digital: Mengakses atletik dan Rekomendasi Permainan tradisional yang relevan melalui Aplikasi Sport Edunesia pada menu Materi dan Rekomendasi Permainan.
- Penilaian Daring: Kuis singkat tentang Atletik dan permainan tradisional pada menu evaluasi di Media pembelajaran aplikasi Edunesia.
- Alat Interaktif: Aplikasi Pencatat Waktu dan Nilai: Untuk mencatat hasil pada aktivitas permainan tradisional menggunakan Scoring Board pada Media Pembelajaran Edunesia.
9. Langkah-Langkah Pembelajaran Berdiferensiasi
Pertemuan 1: Lari Jarak Pendek (Sprint)
1. Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
- Mindful Learning: Guru memimpin pemanasan statis yang intensif dengan fokus pada sendi dan otot yang digunakan dalam lari (pergelangan kaki, lutut, panggul, bahu). Guru meminta peserta didik merasakan setiap tarikan otot. "Rasakan bagaimana otot kakimu siap bergerak."
- Joyful Learning: Guru dapat mengadakan challenge pemanasan dinamis (jogging selama 10 Menit) dimodifikasi dengan permainan tradisional bong-bong /bentengan selama 10 menit.
- Meaningful Learning: Guru bertanya: "Mengapa pelari tercepat di dunia bisa begitu cepat? Apa yang membedakan mereka dari pelari biasa?" Guru mengaitkan dengan pentingnya teknik sprint yang benar dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (65 menit)
- Memahami (20 menit): (Diferensiasi Konten pembelajaran)
- Dengan menggunakan media pembelajaran aplikasi Edunesia Guru menugaskan siswa mengakses materi sesuai tipe belajar masing-masing siswa.
- Siswa membaca, menyimak, mengamati dan bertanya.
- Guru menjelaskan secara perlahan fase-fase sprint: start jongkok (posisi ready, set, go), fase akselerasi (dorongan kaki, ayunan lengan), dan lari menjaga kecepatan/finish dan mengungkap permainan tradisional yang relevan dengan materi yang diajarkan.
- Dengan menggunakan media pembelajaran aplikasi Edunesia Guru menugaskan siswa mengakses menu rekomendasi permainan dan menu asal usul permainan, siswa menyimak materi atau konten yang disajikan.
- Siswa mengamati dan bertanya.
- Guru menjelaskan permainan tradisional bong-bong/bentengan dan Implementasinya dalam aktifitas pembelajaran.
- Mengaplikasi (30 menit):
- Latihan Start Jongkok (Awal): Fokus pada posisi tubuh yang benar (tangan, kaki, punggung) dan respons terhadap aba-aba. Guru memberikan feedback individu yang intensif pada setiap detail.
- Latihan Akselerasi (Menengah): Drills start pendek (5-10 meter) dengan penekanan pada dorongan kuat dan sudut tubuh yang tepat.
- Latihan Lari Maksimal (Mahir): Lari sprint 30-50 meter dengan fokus mempertahankan kecepatan dan form yang benar, diikuti dengan pacing dan pendinginan aktif.
- Variasi Latihan: Guru membagi dua kelompok dan melakukan permainan tradisional bong-bong / bentengan yang telah dimodifikasi dengan mengintegrasikan materi lari jarak pendek (Teknik Start dan Sikap Lari).
- Guru berkeliling, mengamati, dan memberikan umpan balik langsung (misalnya, "posisi starnya masih kurang tepat,") sambil menghitung waktu bermain dan nilai setiap kelompok menggunakan Media Pembelajaran Aplikasi Edunesia pada menu Scoring board.
- Merefleksi (15 menit):
- Peserta didik melakukan self-reflection dan peer-feedback: Mereka bersama-sama menganalisis apakah ada kesalahan dari Teknik start dan sikap lari dalam permainan tersebut dan "Apa nilai literasi budaya yang mereka dapatkan dari aktifitas belajar tersebut?" "Bagian mana yang masih perlu diperbaiki?" Guru memfasilitasi diskusi.
3. Kegiatan Penutup (15 menit)
- Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik umum dan spesifik terhadap kemajuan peserta didik dalam sprint, mengapresiasi usaha, dan menyoroti perbaikan yang terlihat.
- Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pentingnya teknik yang benar dalam lari jarak pendek untuk mencapai kecepatan maksimal serta memahami dan menghargai kekayaan budaya bangsa yang dimiliki.
- Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya dan menganjurkan latihan peregangan secara mandiri.
10. Asesmen Pembelajaran
Asesmen akan dilakukan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.
- Observasi Awal: Guru mengamati kemampuan gerak dasar (lari, lompat, melempar) siswa saat pemanasan atau aktivitas awal.
- Tanya Jawab Lisan: Pertanyaan singkat tentang pengetahuan dasar atletik atau pengalaman sebelumnya.
- Format Asesmen: Assesment tipe belajar siswa.
- Observasi Kinerja (Saat Latihan dan Drills):
- Teknik Dasar: Guru mengamati setiap fase gerak lari, lompat jauh, dan tolak peluru.
- Keterlibatan dan Partisipasi: Mengamati keaktifan, semangat, dan partisipasi dalam setiap sesi latihan.
- Disiplin dan Tanggung Jawab: Mengamati kepatuhan terhadap instruksi dan aturan keselamatan.
- Kemampuan Analisis Diri/Teman: Mengamati saat peserta didik memberikan peer-feedback atau melakukan self-reflection.
- Format Asesmen: Ceklis observasi dengan indikator spesifik per fase gerakan, skala penilaian (rating scale) untuk setiap aspek, catatan anekdot, dan umpan balik lisan langsung.
- Jurnal Refleksi: Peserta didik menuliskan pembelajaran, kesulitan, dan rencana perbaikan setelah setiap pertemuan.
- Video Analisis Singkat: (Opsional) Peserta didik diminta merekam salah satu gerakan mereka atau teman, kemudian memberikan komentar singkat tentang hal yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki.
- Penilaian Kinerja (Praktik Individu):
- Tugas Lari Jarak Pendek: Peserta didik melakukan sprint 50 meter dengan start jongkok.
- Aspek Penilaian (untuk masing-masing cabang):
- Ketepatan Teknik: Ketaatan pada fase-fase gerakan yang benar.
- Performa/Hasil: Pengukuran waktu (lari), jarak (lompat, tolak).
- Usaha dan Ketekunan: Tingkat keseriusan dan keinginan untuk mencoba yang terbaik.
- Format Asesmen: Rubrik penilaian kinerja untuk setiap cabang atletik (skor 1-4 atau deskriptif), dengan pencatatan waktu/jarak sebagai data kuantitatif.
- Tes Pengetahuan (Tertulis):
- Tugas: Mengidentifikasi dan menjelaskan fase-fase gerak dalam gambar atletik yang ditampilkan.
- Tugas: Menuliskan 3 perbedaan antara lari jarak pendek dan lari jarak menengah (jika sudah ada pemahaman).
- Tugas: Menjelaskan mengapa pentingnya pemanasan dan pendinginan dalam atletik.
- Format Asesmen: Soal esai singkat atau uraian gambar.
- Penilaian Proyek (Laporan Analisis Gerak):
- Tugas: Pilih satu cabang atletik (lari, lompat, atau tolak). Buat laporan analisis 1-2 halaman yang menjelaskan fase-fase gerak, kesalahan umum yang sering terjadi, dan tips untuk memperbaiki performa. Dapat disertakan diagram atau gambar.
- Aspek Penilaian: Pemahaman konsep, kemampuan analisis, kejelasan penjelasan, dan tata bahasa.
- Format Asesmen: Rubrik penilaian laporan.
Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran):
- Tanya Jawab Lisan: "Apa saja cabang-cabang atletik yang kalian tahu?" "Menurut kalian, teknik apa yang paling sulit dalam lari/lompat/lempar?"
- Observasi: Guru meminta semua siswa melakukan sprint pendek 10 meter. Guru mencatat siswa yang menunjukkan form lari yang baik atau yang masih kaku.
Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran):
- Rubrik Peer-Feedback (untuk Lari Jarak Pendek):
- Indikator Start Jongkok: Posisi tangan di belakang garis, posisi kaki di blok start, tubuh rileks.
- Indikator Akselerasi: Sudut tubuh condong ke depan, dorongan kuat kaki belakang, ayunan tangan aktif.
- Instruksi: Pasangan A mengamati Pasangan B melakukan start. Beri tanda ceklis (✓) jika indikator terlihat, silang (X) jika tidak. Berikan satu saran perbaikan.
- Jurnal Refleksi: "Setelah mencoba lompat jauh hari ini, saya menyadari bahwa [bagian yang sulit] adalah tantangan terbesar bagi saya. Untuk memperbaikinya, saya akan fokus pada [rencana perbaikan]."
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran):
- Penilaian Kinerja Lari Jarak Pendek 50m:
- Tugas: Setiap siswa melakukan 2 kali lari 50 meter dengan start jongkok.
- Aspek yang Dinilai:
- Teknik Start: (4 poin) Sangat sesuai - Cukup sesuai - Kurang sesuai - Tidak sesuai.
- Akselerasi: (4 poin) Sangat bertenaga - Cukup bertenaga - Kurang bertenaga - Tidak bertenaga.
- Waktu Tempuh: (dicatat dengan stopwatch, dijadikan indikator performa).
- Tes Tertulis (Uraian):
- "Jelaskan secara berurutan fase-fase gerak dalam lompat jauh, mulai dari awalan hingga pendaratan!"
- "Sebutkan 3 kesalahan umum yang sering terjadi saat melakukan tolak peluru dan bagaimana cara memperbaikinya!"
- Laporan Analisis Video (Proyek):
- Tugas: Pilih satu rekaman (dari guru atau internet) atlet tolak peluru profesional. Analisis gerakannya pada setiap fase. Identifikasi kekuatan dan kelemahan (jika ada) serta prinsip fisika yang bekerja.
- Aspek Penilaian: Kedalaman analisis, ketepatan identifikasi fase, penggunaan istilah yang benar, dan kejelasan laporan.